Penyesalan Sang Pendosa

Dulu aku pernah berprasangka sangat buruk pada sahabatku.
Menjadi orang yang sangat bebal untuk diajak menjadi lebih baik.
Lalu dengan hinanya aku malah mengejek ia sok suci dan sok baik...

Dimana akal sehatku saat itu..

Kutepis postingan-postingan kebaikannya meski pada saat itu aku merasa benar-benar tersindir, dan tak bisa menyangkal bahwa postingan itu benar.

Nasihat-nasihat terselubungnya hanya ku anggap sebagai angin lalu.

Ajakan-ajakan kebikannya tak pernah ku hiraukan,
aku lebih memilih bersenang-senang dengan teman-temanku yang lain.

Kini ku tahu ia telah lelah..
Lelah menarikku sedang aku menarik diri berlawanan arah..

Kini ku telah tergantikan..
Ia telah memiliki seseorang yang lebih baik dariku, yang se-misi dan se-visi dengan dirinya.

Ia tak perlu bersusah payah menarikku lagi,
karena kini yang ku lihat mereka saling menarik satu sama lain,
tuk menjadi lebih baik..

Ia pergi meninggalkanku, bersama teman-teman yang hadir dikala ku sedang senang saja..

Yang lebih mengenaskan, kini ku sendiri, tanpa dirinya dihidupku..


Comments